MUNGKIN, agak aneh juga kalau pecinta musik di luar Jakarta, mendengar atau melihat aksi band bernama JIUNG ini. Bukan apa-apa, mereka lebih mengentalkan diri dengan budaya Betawi dalam setiap karyanya. Mau lagu, gaya panggung atau kostum. Secara tampang personilnya, yah..begitu deh!
JIUNG Band terbentuk tahun 2000 silam. Personilnya orang kuliahan semua di UNJ [Universitas Negeri Jakarta]. Personilnya terdiri dari 6 orang mahasiswa Seni Rupa dan 1 orang mahasiswa Tata Rias. Mereka adalah Ajoule [Vocal], Tea [Vocal], Oldy [Bass], Philun [Rhythm], Dhika [Melodi], Daus [keyboard], Budi [Drum].
Jenis musik yang di bawakan oleh Jiung adalah berbasiskan lagu-lagu dari seniman besar H. BENYAMIN S. Yang di kemas secara modern tanpa menghilangkan ciri khas dari lagu tersebut.
Nama "JIUNG" di ambil dari nama kakek seniman besar betawi, H BENYAMIN S. yaitu Haji Ung di singkat menjadi JIUNG. Tak heran, dengan stereotipe Betawinya yang kental, JIUNG rada kesulitan menembus label. Yah, hari gini, mana ada label yang "ngelirik" band Betawi model begini. Padahal, secara skill musikal, mereka tak bisa dibilang pas-pasan.
Untung saja mereka "nekat" dan "bandel" untuk keukeuh bermusik. Alhasil, mereka baru saja sukses merilis album perdana yang diberi titel APE ADANYE yang edar secara indie. Ada sekitar 11 lagu yang masuk dalam album yang dicetak terbatas ini. Judulnya unik-unik. Coba perhatikan judul seperti nyuci, tjantik Amatan, a.i.u.e.o, blangwir, ayo mandi, prawan bekasi, gaple, maapin, kalo tibe waktunye, es cincau dan togel. Semua kental dengan nuansa Betawi.
Meski terbatas, band-band seperti JIUNG ini selalu punya ruang untuk berkarya. Di ranah publik Betawi, mereka harusnya jadi salah satu dutanya. Tapi anak Betawi sekarang, ngedengernya juga band-band barat yak?. Oh iya, kalau kesulitan request lagunya di radio-radio, itu artinya, penyiarnya bukan orang Betawi kaleee.....[joko/foto: zeki/istimewa]
|