JUJUR SAJA, seharusnya cewek bernama panggil TIKA ini, tak hanya menempati ruang sempit musik Indonesia. Seharusnya, cewek yang punya suara "meliuk, menukik, melompat" ini punya atribut sebagai penyanyi yang lebih luas dan lebih dikenal. Jangan hanya "beronani" dengan komunitasnya sendiri.
Kekuatiran itu ditanyakan TEMBANG.com kepada penyanyi bernama lengkap Kartika Jahja yang merupakan keponakan penyanyi seriosa Aning Katamsi ini. "Yah, saya coba bernyanyi dengan jujur dan apa adanya saja. Saya tidak bisa memenuhi keinginan semua orang bukan," tanyanya retoris ketika melaunhing album barunya DEFROSTED LOVE SONGS.
Tika sendiri lebih lebih senang menyebut dirinya singer/songwriter. Ketika bicara album barunya yang kini diawaki di Aksara Record, Tika yang ditemui di Circa resto, Jakarta, mengaku total mengggarap album ini. "Album ini sebenarnya versi repackaged dari album perdana saya, FROZEN LOVE SONGS tahun 2005 lalu," jelas keponakan penyanyi rock senior, Dody Katamsi ini sambil tersenyum.
Album baru ini menampilkan lagu-lagu yang diambil dari album terdahulu, ditambah dengan satu lagu baru YOU BELONG TO ME, dua lagu remixed Wating For 2.3 [oleh Mute] dan Still Under Their Feet [oleh DJ Oreo] dan bonus video klip UNDER THEIR FEET [disutradarai Pikar] dan Waiting For 2.00 [disutradarai Merdeka Adrai]. You Belong To Me adalah lagu lawas Pee Wee King, Chilton Price dan Redd Steward.
Kekuatan TIKA --termasuk di album ini-- adalah memadukan apiknya musikalitas [dibantu Harris Gumelar LAIN Band dan Aghi Narottama] dengan karakter dan teknik vokal yang menurut penulis, jauh di atas penyanyi-penyanyi baru yang muncul lewat ajang reality show, bahkan dengan penyanyi yang sudah merilis beberapa album.
Tapi sekali lagi, TIKA harus punya ruang yang lebih luas. Kalau tidak, kasihan, karena hanya menjadi pemanis komunitasnya yang mungkin saja selalu merasa nikmat, padahal sebebenarnya perlu udara segar. [joko/foto: istimewa]
|