Berita Musik Terbaru Resensi Album Baru Lirik & Kord Profil Artis Agenda Panggung Forum Diskusi
 
Selasa, 21 Mei 2013


Denger Musik Online
Situs Artis Indonesia

B M W




» Kelayung-Layung: Album Religi Yang Terburu-Buru

TIBA-TIBA, di meja penulis ada kiriman CD yang rada "aneh". Kenapa? Lantaran dari kovernya seperti melihat kover album-album campursari ala Didi Kempot. Bedanya, ada tulisan Arab di sampulnya. Kemudian ada sosk anak kecil yang diangkat laki-laki berkumis. Siapa dia?

Oalaah..ternyata ini album yang sangat serius secara isi. Digarap oleh laki-laki bernama BUGIAKSO [akrab disapa Bugie]. Album ini juga bukan sekedar album main-main seperti tampaknya. Dan perlu diberi catatan, album yang didepannya tertulis tajuk 'KELAYUNG-LAYUNG' ini adalah album religi. Sekedar memanfaatkan momen ramadhan? Entahlah, tapi yang jelas kalau hanya menyelip diantara keriuahan ramadhan, sebentar lagi bakal dilupakan orang.

Tapi okelah, coba kita simak satu persatu lagu yang ternyata semua menggunakan bahasa Jawa ini. Single pertamanya 'Kelayung-Layung' langsung masuk di track pertama. Jujur saja, penulis agak kerepotan menemukan arti dari judul tersebut. Setelah membaca lirik utuhnya, baru mulai bisa menemukan alur ceritanya. Karakter suaranya yang berat dan punya tone rendah, cukup membantu membuat lagu ini terdengar lebih 'serius' dan 'magis' meski aransemennya terdengar sederhana sekali. Tidak ada cengkok aneh, atau liukan vibrasi vokal yang unik, standar saja.

Track kedua, "Ilahi" nyaris punya karakter yang sama dengan track pertama. Bedanya, lagu ini punya aransemen yang lebih "lumayan" dibanding sebelumnya. Ada semacam suara string yang tampaknya ingin memberi kesan dramatis lagu ini. Tapi penulis kok seperti menangkap vokal yang tanggung ya? Harusnya, Bugie bisa lebih tebal lagi suaranya, supaya lagunya lebih terdengar sejuk.

Lagu yang bakal jadi single kedua adalah 'Mampir Ngombe'. Istilah ini sangat familiar dalam khazanah sufistik Jawa. Dikemas dengan aransemen yang [masih] sederhana, lagu ini punya titik lemah di vokal yang tone-nya terlalu rendah. Kalau suaranya dinaikin sedikit, akan terdengar lebih apik. Lagu ini gampang dan punya potensi untuk jadi lagu "pengamen" yang dinyanyikan massal.

Secara umum, album 'Kelayung-Layung' ini tampaknya dibuat terburu-buru. Mengejar momen ramadhan? Tampaknya iya. Kelemahan mencolok adalah pada sound yang 'kurang nohok' kemudian aransemen yang terlalu sederhana. Tapi kesederhanaan lirik dan aransemen juga bisa jadi kekuatan album yang tampaknya menyasar komunitas Jawa [kabarnya juga bakal edar di Suriname]. Kelemahan lain kover yang kentara sekali dibuat tergesa-gesa. Kurang sense of art-nya.

Kekuatannya: lirik yang sederhana, tidak menggurui dan universal. Artinya bisa dinikmati pendengar lintas agama. [joko/foto: istimewa]
A R S I P  
Komentar :
» hehehe iya jya paranormal cover nya. iya hrusnya di kasih sample. ya 1 menit an gt jg ckup buat menilai. kya 2 lagu gt. biar orang2 ga menilai seorang seniman dr luar nya aja. ok - bukan anti-slank
» PAK JOKO, KALO BISA TIAP RESENSI DIKASIH SAMPLE 1 LAGU BIAR KITA TAU DAN KASIH KOMENTAR. KAYAK GINI CUMA LIAT FOTO MANA ASOY....... - GREEN
» Kalo boleh ususl, kostumnya yg modern dikit. Jangan kayak paranormal. kan ada disen keren dari itang yunas - sufi
©2000 - 2005 TEMBANG.com. All rights reserved.