GENERASI sekarang, jarang yang tahu nama ini. Padahal pengaruhnya termasuk besar --khususnya di musik dangdut atau melayu. ELLYA KADAM namanya. Sampai sekarang, suaranya masih sama seperti masa lalu. Bening, jernih, dan cengkok dangdut atau melayunya sangat khas.
Orang yang tidak mengenalnya mungkin akan menyebutnya 'nenek centil' karena sampai usianya yang menembus 70 tahun, gaya makin ramai dan suaranya masih lantang. Apalagi kalau sudah mengenakan busana India yang kerap dilakukannya. Orang bisa salah sangka Ellya Kadam asli India. Suaranya ketika melantunkan lagu-lagu India, sangat khas seperti penyanyi hindustan.
Ellya Kadam lahir jauh sebelum era Rhoma Irama atau Elvy Sukaesih "menjajah" ranah musik dangdut. Masuk akhir dekade 1960, Ellya Khadam sudah menciptakan histeria massa dan kegandrungan publik terhadap lagu-lagu bersyair India. Lagu-lagunya, seperti Vayan kamahina pavane karesole (Bulan ini dia bahagia karena cinta) atau Mandole maratan dole (Suara suling memanggilmu) tak ubahnya mantra yang harus di luar kepala. Salah-salah sedikit tak mengapa, karena makna syair dan ketepatan pengucapan adalah hal sekunder. Suasana gembiralah – terutama pada aktivitas joget – yang harus didahulukan.
Beberapa penyanyi dangdut senior mengakui, dari Ellya Kadam-lah mereka mengenal musik dangdut dengan benar. Seperti Mansyur S. yang mengaku belajar nyanyi pertama dari Ellya sekitar tahun 1960-an. Elvi Suakesih dalam sebuah wawancara juga menyebut Ellya adalah salah satu penyanyi yang sangat dikaguminya.
Namanya tak sekedar berkibar di Indonesia. Di Malaysia, nama Ellya Kadam juga sangat terkenal. Sampai-sampai Siti Nurhaliza, diva pop dari Malaysia pernah mencomot satu lagu bertajuk Janji untuk dinyanyikan dalam albumnya. Malah di salah satu televisi swasta, Ellya Kadam dan Siti Nurhaliza pernah berduet.
Kalau diurut-urut, Ellya adam sebenarnya berdarah Betawi. Karir nyanyinya memang dimulai dari kecil, karena hobinya nyanyi. Ellya sering diminta untuk menyanyi di panggung-panggung kecil ketika itu. Asal tahu saja, tahun 60-an, panggung musik di Indonesia tak seheboh sekarang. Meski begitu, Ellya tergolong sering mendapat undangan, bahkan sampai ke daerah atau negara lain.
Namanya melesat tinggi --malah sampai sekarang-- ketika dia menyanyikan Boneka dari India. Lagu inilah yang menghantarnya ke puncak ketenaran. Sekarang pun setiap mendapat undangan manggung, lagu itu seperti lagu wajib yang harus dinyanyikan.
Masuk tahun 70-an, mulailah bermunculan nama-nama baru di kancah dangdut Indonesia. Meski waktu itu dangdut masih dianggap musik kelas 2 (ditandai adanya perseteruan dengan beberapa musisi rock -red). Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih muncul dengan beberapa pembaruan musik dangdut. Dimana posisi Ellya Khadam? Dia tetap mendapat posisi yang cukup penting. Beberapa lagunya seperti Ingin Seperti Penyanyi India menjadi piliha penggemar musik dangdut dan India waktu itu.
Belakangan lagu ini dinyanyikan lagi oleh penyanyi dangdut Iis Dahlia. Menurut beberapa musisi dangdut, lagu ini memiliki lirik, irama yang bagus. Malah ada yang menyebutnya bisa disejajarkan dengan beberapa lagu klasik India.Namanya memang kemudian masuk ke deretan penyanyi lagu-lagu India. Sampai sekarang perempuan yang sudah beberapa kali menikah ini, selalu mengenakan busana yang bernuansa India, lengkap dengan pernak-perniknya.
Dangdut memang mengalami banyak revolusi. Musik ini juga kerap dibaurkan dengan musik lain. Misalnya, seperti rock (Rhoma Irama dan Sonetanya), fusion (Camelia Malik/Reynold bersama OM Tarantulla) serta disko (Jefrey Bule, Doel Sumbang), ternyata belakangan ini justru berkiprah dengan warna musiknya yang "asli". Ellya Kadam juga membawa pengaruh dengan 'mencampurkan' musik dangdut dengan irama Sungai Gangga atau India. Ini dikuti oleh muridnya, Mansyur S, yang lebih sering mengkolaborasikan dangdut dengan musik hindustan.
Tak heran kalau Ellya Kadam pernah mendapat penghargaan Anugerah Dangdut TPI 2000 karena dianggap berjasa mengembangkan musik dangdut. Anugerah khusus tersebut diberikan kepada Ellya bersama radio ASM Mangkoedilaga (almarhum).
Meski cukup punya nama besar, jangan bayangkan Ellya tinggal di rumah megah nan mewah. Perempuan yang berlogat Betawi kental ini masih tinggal di gang sempit di gang sempit dengan rumpun bambu tumbuh pas di depan rumahnya, di kawasan Depok, Jawa Barat.
Ellya juga masih 'sangat' bersemangat kalau diajak berbincag soal musik dangdut. tak heran, di usia 70-an tahun, Ellya masih menerima undangan manggung. sampai sekarang pun Ellya masih sempat menciptakan lagu baru."Sekarang saya sedang menyiapkan album baru. Sudah ada beberapa lagu yang sudah jadi, di antaranya Kemeja Putih, Sampai ke Bulan, dan Bang Hasan," kata nenek 14 cucu ini.
Ellya Kadam tidak peduli, apakah ada produser atau tidak. Dia berencana memproduseri sendiri albumnya. Rencana lain, Ellya juga akan mendaur ulang album Boneka dari India-nya. Di mata Ellya Khadam, perkembangan dangdut di Tanah Air sekarang ini membuatnya kian bergairah dan bangga. Belum lagi aliran musik dangdut semakin beragam, artisnya cantik-cantik, pandai, dan kualitas vokalnya bagus-bagus.Tapi bicara soal diva dangdut yang lagi marak, Ellya Kadamlah sesungguhnya diva dangdut yang sesungguhnya. [joko/foto istimewa]
|