Laskar Cinta//sebarkanlah benih-benih cinta//musnahkanlah virus-virus benci......
Apa yang kamu rasakan dengan sepenggal lirik di atas? Emosi lantaran si penulis lirik sepertinya sok tahu tentang makna cinta, atau justru menjadi tersenyum lantaran lirik itu seperti "sindiran" atas estetika cinta yang makin luntur [di negeri ini?]
Banyak yang mengatakan, Dhani Ahmad si penulis lirik terpengaruh oleh bacaan-bacaan sufistik yang bertebaran di rumahnya. Permenungan pria yang pernah bersitegang dengan salah satu organisasi yang mengatasnamakan agama, setahun silam, ternyata menghasilkan sebuah lirik yang cukup kuat tentang cinta.
Bagi seorang sufi, prosesi pertama yang harus dilakukan adalah pemurnian. Pemurnian dan pencucian merupakan kebutuhan pokok, terutama pada akal. Semua ketidakmurnian menyebabkan penyakit sebagaimana ketidakaturan dalam kerja sistem fisik. Hal ini sama berlaku pada akal. Ada ketidakmurnian-ketidakmurnian akal yang menimbulkan penyakit-penyakit yang berbeda-beda. Dengan mencuci akal, orang membantu menciptakan kesehatan baik pada tubuh maupun pada akal.
Tentu tak semuanya bermuara pada sufistik seperti itu. Karena album REPUBLIK CINTA tetap saja berputar pada lingkaran komersialisme.
Tapi simak single pertama Laskar Cinta. Apakah aroma Arab yang dominan, lantaran DEWA 19 [angka "keramat" ini kembali dipasang di album ini --red], merasa inilah saatnya kembali pada kekuatan religius. Disimbolkan lewat musik Arab [Dhani bersikeras menyebutnya World Music]. Secara musikalitas, model-model sinergi komersialitas seperti ini memang bukan hal baru.
Secara teknis musikal, Dhani yang dibantu Edot [mentan kibordis Powerslaves] di komputerisasinya, terdengar lebih halus dibanding album sebelumnya. Sementara Andra makin tajam saja permainan gitarnya.
Track kedua Emotional Love Song sedikit "mencoreng" orisinilitas album ini. Entah mengapa, lagu ini terdengar 'sangat mendekati' lagu lama milik seorang penyanyi Anang. Bedanya, lagu ini menjadi lebih fresh dengan aransemen yang cukup lumayan.
Simak track Perasaanku Tentang Perasaanku Padamu. Jujur saja, inilah piawainya DEWA 19. Ketika trend musik lawas sedang menggeliat, mereka mengemasnya dengan karakter yabng sejenis. Hanya intro denting piano di awal lagu cukup menganggu, pasalnya "menjebak" orang untuk masuk ke lagu Unchained Melody.
Sedang Ingin Bercinta sebenarnya justru terdengar sebagai lagu paling kreatif. Lagu paling aneh, lagu yang menurut penulis paling "gado-gado" di album ini. Intronya seperti hip-hop, tapi masuk ke reffrain berubah jadi rock, sementara ada imbuhan suara centil Mulan Ratu, yang uniknya masuk ke area dangdut yang begitu kental. Bisa jadi lagu kuat, tapi bisa jadi juga titik terlemah.
Hei, ada single lawas milik Queen I Want To Break Free. Penulis setuju dengan Dhani, suara Once memang pas untuk lagu berbahasa Inggris. Apalagi album ini adalah langkah DEWA untuk go asia. Sayangnya, penulis tetap saja tidak menemukan feel di lagu ini. Riff gitar Andra tak terasa nyaman. Bedanya, lagu ini sedikit lebih ngerock dibanding aslinya.
Secara komersialitas, permainan sampling dan loop yang masih kental di album ini, sudah lebih bisa diterima baladewa --ini fans DEWA. Terlepas dari kontroversi dan "caci maki" terhadap DEWA [baca: Dhani], mereka toh bisa tetap malang melintang di dunia musik Indonesia. Album ini lebih komersial, dengan sentuhan estetika sufistik yang sebenarnya masih nanggung. [joko/foto: istimewa]
|
|