TIDAK banyak, original soundtrack yang bisa langsung connect dengan filmnya. Dulu, sering soundtrack sekedar comot lagu yang sudah jadi [dan dikenal]. Meski kadang-kadang terasa ‘hambar’ tapi tetap dipaksakan. Tapi kalau sekarang masih bermain-main dengan cara itu, bisa-bisa filmnya disumpah-serapahi.
Beruntung, Ipang, vokalis BIP, bertemu Upi. Sutradara muda ini melihat soundtrack sebagai bagian utuh dari produksi film. Alhasil, Ipang yang menggarap semua lagunya, seperti menemukan ‘mainan’ baru yang membuat bergairah dan total. Original Soundtrack [OST] Realita, Cinta, dan Rock N’ Roll, menjadi salah satu yang menurut penulis apik dan pas dengan filmnya sendiri.
Ipang [bersama Didit Saad] berusaha menterjemahkan rock n’ roll dengan kemasan musikal dan lirik yang rock n’ roll pula. Satu musikalitas yang menjadi keseharian mantan vokalis Plastik Band ini.
Simak single Ada Yang Hilang di track pertama. Kamu tak bakal menyangka, Ipang yang rambutnya gimbal dan cuek itu, bisa membuat lagu se-mellow ini. Tempo medium dengan kekuatan lirik apik, membuat lagu ini terdengar dramatis. Herannya, lagu ini tetap terdengar rock n’ roll meski digarap Didit Saad dengan musik yang minimalis. Track kedua, Akhirnya Jatuh Cinta, meski tak sekuat track pertama, tapi menjadi satu lagu yang patut disimak di album ini.
Mau lagu yang ‘gelap’ dengan tempo up-beat? Bukan Mereka bisa jadi pilihan. Entah mengapa, lagu ini track ketiga ini terdengar seperti lagu yang kusam dan buram. Simpelnya sebut saja rock n’ rol gothic. Lagu ini nyaris serupa dengan Gak Ada Takutnya di track ke-enam. Bedanya, liriknya lebih ‘sombong’.
Album soundtrack ini menjadi kuat bukan lantaran filmnya. Seandainya dilepas, album ini masih bisa menjadi perhatian. Satu-satunya titik lemah album ini adalah, kesulitan Ipang “berbeda” dengan BIP. Secara musikalitas, album ini tampak seperti album band pecahan Slank itu. Catatan lain, sinergi dengan filmnya, dapet! [joko/foto: istimewa]
|
|